cara menulis novel bagi pemula
cara menulis novel bagi pemula - Hallo sahabat Halaman Adeung, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul cara menulis novel bagi pemula, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Tips, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.Judul : cara menulis novel bagi pemula
link : cara menulis novel bagi pemula
Di era sekarang ini sudah mudah sekali untuk menulis novel yang dapat dilakukan cukup dengan ponsel di tangan. Sudah banyak aplikasi menulis seperti blog salah satunya. Hanya tinggal kemauan, mau menulis atau tidak. Banyak sekali orang yang menulis sebuah novel, hanya sekedar untuk menyalurkan hobby. Namun juga tidak sedikit yang ragu saat ingin menulis novel, karena tidak tau caranya menulis novel.
Memang menulis novel itu susah-susah gampang. Bukan hanya sekedar mengetik dan menyusun kata demi kata saja. Tapi ada tahapan yang harus dilalui. Nah, tahapan ini seorang penulis pemula belum banyak mengetahuinya.
Namun tenang saja, di sini kita akan bahas tahapan itu. Dengan bahasa sesederhana mungkin.
Mari kita mulai.
Tarik Pembaca Dari Bagian Awal.
Mengapa ini menjadi cukup penting karena novel yang kamu tulis harus menarik sejak awal. Banyak penulis menyarankan suguhkan sebuah konflik di awal cerita. Agar cerita novelmu terasa kuat dan membuat penasaran pembaca.
Tentukan Karakter Tokoh.
Saat kamu sudah menentukan karakter tokok dalam novelmu, lalu kembangkanlah. Bantulah pembaca untuk dapat menggambarkan seperti apa tokoh tersebut. Ungkapkan seperti apa karakternya.
Pilih Sudut Pandang.
Sebelum menentukan sudut pandang. Ada beberapa macam sudut pandang yang sering digunakan untuk menulis sebuah novel.
1. Sudut Pandang Orang pertama.
Biasanya sudut pandang ini menggunakan "Aku" "Saya" atau "Kami" dengan sudut pandang ini sang penulis bisa menjadi tokoh utamanya atau tokoh sampingan.
2. Sudut pandang orang ketiga.
Sudut pandang ini biasanya menggunakan "Ia" "Dia" atau "Nama tokoh" dengan sudut pandang ini sang penulis menjadi serba tau.
3. Sudut Pandang Campuran.
Yang satu ini gabungan antara sudut pandang orang pertama dan sudut pandang orang ketiga. Terkadang penulis menjadi orang pertama dan terkadang menjadi orang ketiga.
Tentukan Setting Cerita.
Setting cerita bisa terdiri dari setting tempat dan waktu. Setting waktu terdiri dari tanggal, hari, minggu, bulan, tahun, siang, malam, pagi, sore dan lain-lain. Setting tempat bisa terdiri dari, kota atau desa, serta keadaan lingkungannya seperti apa, suasana juga seperti apa, cuacanya juga seperti apa.
Ingat, deskripsikan setting yang penting dan pasti mendukung cerita yang dibuat. Pastikan apa yang telah kamu deskripsikan dapat menarik setidaknya minimal Dua Panca Indera agar pembaca dapat merasakan apa yang terjadi dalam cerita.
Dialog.
Menulis dialog juga tidak dapat sembarangan. Tulislah dialog yang penting, memiliki tujuan dan langsung pada masalah serta dapat menjelaskan. Tidak usah basa-basi yang malah membuat dialog terasa hambar, berputar di situ saja.
Plot.
Jika kamu belum mengetahui plot itu apa. Menurut banyak pakar, plot adalah sebuah peristiwa yang berurutan serta ada sebab dan akibatnya.
Contoh:
1. Kakek memilih tetap di rumah, tidak mau pergi berobat.
2. Kakek memilih tetap di rumah, tidak mau berobat. Karena tidak mau merepotkan kedua anaknya yang sedang dalam kesulitan ekonomi.
Dari kedua contoh di atas, mana yang sudah cukup mengandung unsur plot? Jika kamu menjawab yang kedua berarti kamu benar. Karena yang pertama belum cukup mengandung unsur plot, karena belum memiliki unsur sebab akibat. Sedangkan contoh yang kedua sudah ada unsur sebab akibat.
Plot adalah bagian penting sebuah novel. Jika plot itu sudah rapih dan juga logis maka pembaca pasti suka dengan novelmu. Pembaca akan membolak-balik halaman hanya untuk menemukan apa yang telah terjadi dan apa selanjutnya yang akan terjadi.
Jadi perhatikanlah plot dalam novelmu.
Klimaks Cerita.
Sebagai puncak dalam cerita yang kamu tulis. Klimaks bagian yang sangat dramatis dari novelmu. Biasanya protagonis pada saat ini akan mulai memahami apa yang harus dilakukan atau tindakkan apa yang seharusnya diambil. Sebuah ketegangan akan tercipta begitu mengganggu protagonis dan bahkan mengharuskan protagonis mengambil tindakkan yang terbaik.
Ending.
Pada tahap ini maka selesailah semua masalah dalam cerita. Tinggal kamu memilih membuat ending yang tertutup atau terbuka. Jika tertutup maka masalah berarti sudah tuntas. Jika terbuka maka masalah belum sepenuhnya tuntas, jadi masih banyak kemungkinan serta penafsiran dari pembaca bahwa novel yang kamu tulis akan berlanjut pada novel berikutnya.
Judul.
Wah, sepertinya kebalik. Masa judul ada di akhir? Mungkin seperti itulah yang kamu pikirkan saat ini.
Kebanyakkan penulis novel mereka lebih mengutamakan membuat sebuah kerangka novel, membuat sebuah sinopsis, membuat outline, membuat alur cerita, serta klimaksnya. Daripada terfokus memikirkan sebuah judul. Walau judul itu sangat penting.
Buatlah judul yang menarik. Kamu bebas membuat judul apapun, karena tidak ada standar bakunya. Namun, jangan terlalu panjang.
Semoga apa yang sudah dijelaskan di atas bermanfaat. Sekarang mulailah kamu menulis novelmu tanpa ada keraguan. Jangan takut salah dan jangan takut jelek. Jika kamu terlalu banyak pertimbangan maka kamu tidak akan pernah menulis.
Ala bisa karena biasa.
Selamat mencoba.

Tidak Ada Komentar