DOWNLOAD HERE
IKLAN

Penggunaan tanda baca yang tepat untuk novel

Penggunaan tanda baca yang tepat untuk novel - Hallo sahabat Halaman Adeung, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Penggunaan tanda baca yang tepat untuk novel, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Menulis nikmat, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Penggunaan tanda baca yang tepat untuk novel
link : Penggunaan tanda baca yang tepat untuk novel

Kali ini akan membahas seputar penggunaan tanda baca yang tepat dalam menulis novel. Penggunaan tanda baca memang harus diperhatikan. Karena semua jenis karya tulis menggunakan tanda baca. Tanda baca ini sering sekali disepelekan hingga penggunaannya sering tidak tepat. Bagi penulis senior mungkin sudah memahami tanda baca apa yang tepat untuk digunakan. Namun, bagi penulis pemula kekeliruan tanda baca ini masih sering terjadi.


Ok, tidak perlu berlama-lama lagi. Mari sekarang kita bahas soal tanda baca ini. Sebelum kamu menggunakan tanda baca dalam tulisan novelmu. Maka kamu harus ketahui dulu macam-macam tanda baca. Di bawah ini ada berbagai macam tanda baca dan fungsinya.

Mari disimak dengan santai dan teliti.

1. Titik (.)

Tanda titik ini penggunaannya banyak macamnya bukan hanya sekedar dipakai pada akhir kalimat saja.
Untuk singkatan nama orang, gelar, sapaan, jabatan, jika semua disingkat masih dapat memakai titik.

Contoh:
  • Lucky P. Pratama (Nama orang)
  • S.H. (Gelar)
  • Bpk. (Sapaan)
  • Kol. (Jabatan)
Penggunaan tanda titik bukan hanya itu saja. Masih ada penggunaan pada singkatan umum. Biasanya ada tiga huruf namun bisa juga lebih.

Contoh:
  • Tgl.
  • Hlm.
  • Dll.
Untuk memisahkan waktu seperti jam, menit, detik, penggunaan titik juga dipakai.

Contoh:
  • Pukul 5.15.15
  • 22.22 jam
Hanya segitu saja contoh penggunaan titik.

2. Koma (,)

Tanda koma juga memiliki banyak macam penggunaannya. Biasanya penggunaan tanda koma dipakai di antara unsur-unsur dalam pemerincian.
Tanda koma juga sering dipakai untuk memisahkan kalimat setara satu dengan yang lainnya. Biasanya ada kata pendahulu seperti, tetapi, dan banyak lagi.

Contoh:
  • Aku berjalan dengan dia, tetapi tidak berkata apa-apa.
Tanda koma juga dapat dipakai memisahkan anak kalimat dari induk kalimat. Namun, jika anak kalimat mendahului induk.

Contoh:
  • Karena terlalu sibuk, aku lupa bahwa ada janji.
  • Kalau tidak hujan, aku akan datang menemuimu.
Di belakang kata atau ungkapan penghubung antara kalimat pada awal kalimat. Tanda koma juga dipakai seperti jadi, akan tetapi, karena itu.

Contoh:
  • Jadi, kamu tidak akan datang.
  • Akan tetapi, aku sudah menunggumu.
Untuk memisahkan petikan langsung. Tanda koma juga dapat dipakai.

Contoh:
  • Kata ibu, "Aku terlihat murung".
Cukup segitu contoh penggunaan tanda koma.

3. Tanda Titik Koma (;)

Tanda titik koma dapat dipakai untuk kalimat sejenis dan setara. Dapat dipakai juga untuk memisahkan kalimat setara di dalam kalimat majemuk untuk pengganti kata penghubung.

4. Tanda hubung (-)

Tanda yang satu ini digunakan untuk menyambung kata ulang. Menyambung huruf kata yang dieja. Untuk memperjelas bagian ungkapan. Dalam merangkai se- ke- singkatan yang berhuruf kapital atau kata. Dan juga untuk merangkai unsur bahasa Indonesia dengan bahasa asing.

Contoh:
  • Ibu-Ibu
  • P-e-n-g-u-r-u-s
  • Se-indonesia
  • Ke-10
  • Di-save
5. Tanda Titik Dua (:)

Pemaikaian titik dua sering digunakan pada sebuah akhir pernyataan yang lengkap serta biasanya diikuti dengan rangkaian atau pemerian. Bisa juga untuk menandakan angka pembanding. Dan dipakai juga sesudah ungkapan atau kata yang memerlukan pemerian.

6. Tanda Pisah (–, —)

Tanda satu ini sering dibilang juga em (—) biasanya dipakai untuk membatasi penyisipan kata serta kalimat yang memberikan penjelasan khusus. Dipakai juga untuk menegaskan adanya sebuah keterangan dan posisi yang membuat kalimat menjadi lebih tegas.

Contoh:
  • Meski ditolak—aku harap—kamu akan bahagia bersamanya.
7. Tanda Elipsis (...)

Jika ingin memakai tanda ini coba lebih diperhatikan lagi karena masih banyak yang sering salah penggunaannya. Pemakaian elipsis bisa merubah makna jika salahPenggunaan elipsis biasanya dipakai dalam kalimat yang terputus-putus. Juga dapat untuk menunjukkan bahwa kalimat tersebut ada bagian yang dihilangkan. Jika penggunaannya untuk mengakhiri kalimat maka tanda elipsis ada empat titik (....)

Contoh:
  • Saat menulis, penggunaan tanda baca sebaiknya diperhatikan ....
  • Kalau memang begitu ... Aku, mencoba untuk rela.
8.Tanda Tanya (?)

Tanda tanya dipakai pada akhir kalimat jika menunjukkan tanya. Jika untuk kalimat yang diasingkan maka tanda tanya diberikan tanda kurung (?) seperti ini.

9. Tanda Kurung ((...))

Tanda kurung sering dipakai untuk mengapit penjelasan atau keterangan. Juga bisa dipakai untuk mengapit kata atau huruf yang jika di dalam teks dapat dihilangkan. Bisa juga dipakai mengapit keterangan atau penjelasan yang bukan itegral pokok pembicaraan.

Contoh:
  • Aku berasal dari (kota) Jakarta.
  • Pemasukan tahun ini (lihat kolom 10) menunjukkan bahwa kinerja kita menurun.
Hindari penggunaan dua tanda kurung secara berturut-turut.

10. Tanda Seru (!)

Untuk menggunakan tanda seru. Tanda ini dapat dipakai sesudah perkataan dan ungkapan berupa seruan bisa juga berupa perintah. Dan serta menggambarkan kesungguhan, atau rasa emosi.

Contoh:
  • Kamu pergi sekarang!
  • Lap lantai itu sekarang juga!
  • Sampai hati ia membunuh anaknya!

11. Tanda Petik ("...")

Penggunaan tanda petik sering digunakan untuk pengapit petikan langsung yang berasal dari pembicaraan dan naskah. Untuk sebuah judul tanda petik juga sering digunakan. Jika ada kalimat asing yang tidak dimengerti, biasanya tanda petik ini juga digunakan untuk mengapitnya.

Contoh:
  • "Aku belum siap menikah" kata lucky lugas, "kenapa belum siap?"
  • Novel karangan Lucky yang berjudul "Melepaskanmu untuk Mencintaimu" diterbitkan sebentar lagi.
  • Dengan menggunakan "French press" aku dapat menyeduh kopi dengan mudah.

Hanya segitu saja macam-macam tanda baca yang saya jelaskan. Silakan dibaca dengan teliti agar dapat dipahami dan tidak lagi keliru penggunaannya. Tanda baca di atas sering dipakai dalam penulisan novel. Jika masih ada yang kurang paham, silakan berikan komentar. Saya akan dengan senang hati untuk bertukar pikiran.


Demikianlah Artikel Penggunaan tanda baca yang tepat untuk novel

Sekianlah artikel Penggunaan tanda baca yang tepat untuk novel kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Penggunaan tanda baca yang tepat untuk novel dengan alamat link https://adeung.blogspot.com/2018/07/penggunaan-tanda-baca-yang-tepat-untuk.html


Jangan Lupa Bagikan Halaman Ini

Tidak Ada Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel