DOWNLOAD HERE
IKLAN

Perbedaan penerbit indie dan penerbit mayor

Perbedaan penerbit indie dan penerbit mayor - Hallo sahabat Halaman Adeung, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Perbedaan penerbit indie dan penerbit mayor, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Menulis nikmat, Artikel Tips, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Perbedaan penerbit indie dan penerbit mayor
link : Perbedaan penerbit indie dan penerbit mayor

Menulis novel itu sangat menyenangkan. Mungkin begitupun yang kamu rasakan. Apalagi jika ternyata novel yang kamu tulis berhasil diterbitkan. Alangkah senangnya jika itu benar terjadi. Namun, banyak penulis tau menerbitkan novel tidaklah mudah. Bahkan masih banyak juga penulis pemula tidak tau bagaimana caranya menerbitkan novel. Bagi seorang penulis jika naskah novel dapat diterbitkan ada rasa tersendiri dalam diri.

Untuk penulis pemula lebih baik kamu ketahui dulu macam-macam penerbit. Karena di era sekarang ini penerbit sudah beragam. Ada yang dinamakan penerbit mayor, self publishing, indie. Pertanyaannya sekarang, mungkin banyak penulis pemula akan bingung lebih baik memilih penerbit yang mana?

Ok, sebelum kamu memilih penerbit mana yang ingin kamu pilih. Sekarang saya akan beritahukan kelebihan dan kekurangan dari penerbit-penerbit tersebut. Karena indie dan self publishing hampir sama saya gabungkan saja, agar tidak pusing.


Pertama ; Penerbit Mayor

Jika melihat dari namanya saja sudah dapat banyak menjelaskan kalau penerbit ini artinya penerbit yang sangat besar. Penerbit mayor adalah sebuah perusahaan dengan skala besar. Tidak lupa penerbit mayor sudah mempunyai nama besar dan juga memiliki dana yang juga besar. Manajemen dalam penerbit ini sudah sangat bagus. Semua dapat dilihat dari sistem kerjanya, pos-pos yang tersedia diisi oleh mereka yang sudah sangat pengalaman. Dari layouter, editor, desainer, marketing, produksi, dll. Bahkan setiap buku yang diterbitkan secara otomatis memiliki ISBN ( International Standard Book Number ) 

Tapi tidaklah mudah untuk dapat menerbitkan buku oleh penerbit ini. Sebelum buku itu benar-benar akan diterbitkan, maka naskah yang sudah banyak penulis kirimkan akan disorting dengan sangat ketat, melalui juga pengkajian serta riset yang juga ketat. Setelah semua itu lolos maka buku tersebut akan diedarkan keseluruh jaringan toko buku yang bekerja sama dengan mereka.

Untuk menerbitkan naskah kamu ke penerbit mayor. Tugas kamu sederhana saja, cukup kirimkan naskahmu. Permasalahan editing, desain buku, layout naskah, sudah menjadi tanggung jawab mereka.
Setelah kamu mengirimkannya, maka kamu harus bersabar. Karena penerbit mayor tidak akan langsung merespon naskahmu. Kamu harus menunggu dengan waktu yang cukup lama, biasanya selama 3 bulan kamu baru akan dapatkan kabar naskahmu lolos atau ditolak.

Saat kamu memilih penerbit mayor, tugas kamu hanya menyetor naskah buku yang kamu punya. Masalah editing, layout naskah, bikin desain cover, sudah jadi tanggung jawab penerbit.

Masalah waktu yang lama ini menjadi kekurangannya.

Sebenarnya wajar saja lama. Karena terlalu banyaknya naskah yang penerbit terima termasuk naskah kamu. Penerbit akan melihat dulu naskah kamu seperti apa layak terbit atau tidak.

Tidak jarang banyak penulis kecewa karena telah menunggu lama dengan penuh harap, terus dapat kabar dari penerbit naskah ditolak. Dengan berbagai macam alasan. Sungguh, ini saat-saat yang terkadang bikin drop untuk lanjut menulis.

Apa sih penyebabnya naskah yang masuk ke penerbit mayor sulit sekali untuk disetujui? Mungkin ini juga pertanyaan yang pernah kamu tanyakan, seperti penulis-penulis lain tanyakan. Jawabannya sudah pasti penerbit tidak mau rugi. Penerbit akan sangat mempertimbangkan temanya, lalu melihat pasarnya apa ada pasarnya untuk novel yang kamu kirimkan. Dan masih banyak lagi pertimbangan lainnya.

Coba anggap saja naskah kamu diterima. Kalaupun sudah diterima masih ada banyak tahapan yang kamu sebagai penulis lakukan, salah satunya merevisi naskah. Ketika tahap editing akan  ada saja ditemukan bagian yang kurang menurut editor. Bukan hanya kwalitas saja yang dipertimbangkan, tapi juga pasar. Hingga akhirnya naskah yang penerbit mayor terbitkan bermutu.

Kedua ; Penerbit Indie

Kalau penerbit yang satu ini sudah pasti prosesnya sangat cepat. Tidak perlu harus menunggu lama atau diseleksi terlebih dahulu. Karena sudah banyak diketahui kalau penerbit indie tidak perlu menyeleksi. Cuman tetap ada aturan yang sudah umum yaitu tidak mengandung SARA.

Ada yang perbedaan yang cukup mencolok antara penerbit indie dan mayor. Jika mayor semua bagian yang ada dari masalah editor, layout, design, semua sudah ditanggung penerbit. Berbeda dengan indie, ada biayanya. Masalah berapa banyak buku yang dicetak juga, tergantung seberapa banyak dana penulis dikantong. Nah satu lagi masalah ISBN jika penulis menginginkan ISBN juga harus keluar biaya.

Jangan bandingkan soal kualitas jilidnya, terkadang jilid yang dilakukan penerbit indie tidak sebagus penerbit mayor. Semua ini mungkin hanya karena masalah teknologi yang dimiliki. Kalau penerbit mayor sudah jelas memiliki biaya sangat besar.

Lalu berikutnya, soal distribusi. Banyak penerbit indie tidak mendistribusikan ke toko buku. Mungkin kamu sudah mengetahuinya. Penerbit indie paling hanya mengedarkannya di media-media sosial yang mereka miliki. Masalah ini maka penulis harus sangat aktif menawarkan dan promosikan bukunya sendiri.

Ingat! Jika kamu memilih penerbit indie karena tidak mau menunggu lama di penerbit mayor yang belum tentu juga diterima. Maka kamu harus menyiapkan biaya. Atau kamu memilih sistem paket yang banyak penerbit indie sediakan. Nanti, kamu sendirilah yang menjual bukumu. Keuntungannya iya untuk kamu sendiri. Tanpa perlu dibagi-bagi dengan penerbit.


Setelah membaca penjelasan minim di atas, kamu silakan untuk memilih. Semua keputusan ada padamu. Pilihlah yang terbaik menurutmu.

Hanya segini saja artikel kali ini, jika ada yang kurang saya mohon maaf. Jika mau bertukar pikiran dan bertanya, hubungi saja di contact yang sudah saya siapkan.





Demikianlah Artikel Perbedaan penerbit indie dan penerbit mayor

Sekianlah artikel Perbedaan penerbit indie dan penerbit mayor kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Perbedaan penerbit indie dan penerbit mayor dengan alamat link https://adeung.blogspot.com/2018/07/perbedaan-penerbit-indie-dan-penerbit.html


Jangan Lupa Bagikan Halaman Ini

Tidak Ada Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel