Menulis Novel Mudah Ala Stephen King
Menulis Novel Mudah Ala Stephen King - Hallo sahabat Halaman Adeung, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Menulis Novel Mudah Ala Stephen King, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Menulis nikmat, Artikel Tips, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.Judul : Menulis Novel Mudah Ala Stephen King
link : Menulis Novel Mudah Ala Stephen King
Menulis novel banyak sekali yang mungkin bisa melakukannya. Namun, setiap penulis berbeda. Karena bisa menulis dengan mudah, tapi bisa juga sangat rumit. Nah, di sinilah bagaimana sang penulis meramu kata-katanya itu akan menentukan mudah atau sulitnya.
Penulis bisa menentukan cerita yang dibuatnya rumit atau sederhana saja. Tapi, untuk menulis cerita juga butuh teknik masing-masing. Dan di zaman sekarang untuk mendapatkan ilmu soal teknik menulis sudah banyak sekali tersebar di internet. Bahkan kamu mungkin pernah membacanya.
Pertanyaannya; apa kamu bisa menerapkan teknik-teknik itu dengan mudah dan benar?
Jawabannya; jika bisa menerapkannya itu bagus. Namun, jika tidak bisa, mungkin malah akan membuatmu mengabaikan soal segala aturan kepenulisan.
Ayo ngaku!
Saya mungkin termasuk beruntung. Sebab ketika saya menyukai dunia menulis, tidak dipusingkan oleh teknik-teknik rumit. Waktu itu saya membaca buku "On writing" karya Stephen King . jujur awal membaca buku itu saya bingung bukan main. Karena Om King hanya menceritakan soal kehidupannya. Tapi, di dalam ceritanya ia menjabarkan bagaimana cara dirinya menulis novel. Dan luar biasanya ia memberitahukan teknik yang menurut saya sangat sederhana menulis ala Stephen King.
Jika saya bandingkan dengan yang tersebar di internet. Saya lebih memilih mengikuti cara Om King menulis. Karena tidak membuat saya pening.
Untuk kamu yang pernah membaca buku tersebut kamu pasti tahu. Kalau kata Stephen King, hanya ada 3 yang penting dari Novel; Narasi—Deskripsi—Dialog.
Mungkin kamu yang belum pernah membacanya bingung dan memiliki banyak pertanyaan mengapa hanya ada 3 saja? Bagaimana dengan Plot, Tema, Karakter, sudut pandang, serta gaya kepenulisan.
Benerkan kamu ingin bertanya itu?
Ok, sabar coba kita bahas satu persatu.
#NARASI
Narasi, seperti yang saya baca dalam buku On Writing adalah bagian yang akan menggerakkan cerita dari bagian A menuju bagian B dan seterusnya.
Yups, setiap menulis sebuah cerita harus dapat membuat cerita itu bergerak. Pergerakan itu bisa berupa sebuah perjalanan seseorang dari tempat satu ke tempat yang lainnya, atau perjalanan seseorang dari keadaan tertentu ke keadaan yang lainnya.
Kita mencoba ya membuat contoh narasi yang sederhana saja;
Lucky bangun sore hari, lalu bergegas mandi, makan, dan pergi ke mall.
Gampangkan membuat cerita. Cukup menggunakan satu kata sudah dapat menceritakan apa yang dilakukan karakter Lucky.
Hemmmm, ah itu mah bukannya hanya kerangka saja. Iya, memang kalimat itu seperti kerangka. Hanya saja di dalamnya ada tulangnya. Di situlah kamu sebagai penulis harus menambahkan bagian yang lainnya.
#DESKRIPSI
Nah, masih menurut Stephen King. Deskripsi, ini adalah bagian yang membuat kenyataan (realitas) di dalam benak pembaca.
Bagaimana sang penulis menuliskan deskripsi yang dapat menggambarkan dunia dalam cerita tersebut pembaca bisa merasakannya dan bahkan melihatnya.
Tapi, bagaimana caranya agar dapat membuat cerita menimbulkan realitas?
Sebenarnya, pertanyaan itu sekaligus jawabannya. Bagaimana kamu dapat merasakan sekelilingmu dari hal yang terkecil saja.
Gunakan panca indramu dan perasaanmu. Kamu bisa merasakan dengan mendengar, melihat, dan merasakannya. Kamu juga bisa mengetahui perasaan sedih atau senang.
#DIALOG
Dialog, kalian pasti tau kalau bagian novel pasti memiliki dialog. Untuk membuat tokoh yang ada dalam cerita terasa lebih hidup dengan ucapan yang mereka katakan.
Nah, sementara dengan deskripsi akan membuat pembaca bisa melihat bentuk dari tokoh, dan bagaimana tokoh melakukan sesuatu, dan dialog untuk dapat memperjelas apa yang dikatakan si tokoh.
Nih, sedikit bocoran entah bermanfaat untukmu atau tidak. Semua tergantung dirimu. Saran saya, kalau kamu bisa menampilkan kepribadiaan tokoh dalam dialog, lakukanlah. Coba jangan menggunakan deskripsi.
Mengapa demikian? Sebab jika melalui dialog akan terasa lebih kuat dan meninggalkan bekas dalam benak pembaca.
Aku rasa hanya ini saja yang dapat saya bagikan dari Menulis Novel Ala Stephen King.
Kamu bisa menerapkannya ataupun tidak. Semua keputusan ada ditanganmu. Intinya! Berbahagialah saat menulis. Semangat.

Tidak Ada Komentar